7 Agt 2011

II Kor 9:11; 8:1-11


Bayi merasa nyaman saat tangan menggenggam.
Orang berkata : manusia lahir dengan naluri untuk
MEMPERTAHANKAN (MILIK SENDIRI) dan
naluri untuk MENGAMBIL (MILIK ORANG LAIN)

Ini tidak benar! Kisah Kyrie dan Brielle
menunjukkan manusia terlahir dengan naluri untuk
memberkati, melindungi, mengasihi, memberi.


Manusia adalah gambar dan rupa Allah yang telah
rusak. Namun naluri ilahi itu masih ada, walau
tercemar oleh dosa. Dunia berusaha untuk
menumbuhkan naluri menggenggam ini, namun
sebagai ciptaan baru kita harus mengembangkan
naluri untuk memberi -sama seperti Bapa Sorgawi
yang penuh dengan kemurahan.

Ada tiga jenis manusia di dunia ini :
Manusia egois : Apa yang saya bisa dapat dari orang lain
Manusia individualis : Hidup hanya memikirkan kepentingan sendiri
Manusia altruis : Apa yang bisa saya lakukan untuk orang lain

Jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya dalam berbagai hal: pengetahuan, iman, dan keuangan. Saat itu Paulus menggugah hati jemaat-jemaat di Asia Kecil untuk menolong
jemaat Yerusalem yang dalam kesulitan besar karena penganiayaan. Banyak jemaat
meresponi dengan penuh kemurahan hati, namun jemaat Korintus justru tidak menunjukkan tindakan yang diharapkan. Itulah sebabnya Paulus kemudian memberikan pengajaran khusus sepanjang pasal 8 dan 9, sembari memberikan keteladanan dari jemaat Makedonia.


Enam Prinsip dalam pelayanan kemurahan hati :
Memberi adalah masalah HATI : bukan masalah dompet/seberapa yang kita miliki. Jangan tunggu kaya baru memberi.
Memberi dalam KEKURANGAN : bahkan dalam keadaan sangat miskin dan ditimpa pelbagai pencobaan, mereka tetap mendesak untuk terlibat dalam pelayanan kemurahan ini
Memberi dengan memandang ALLAH : pemberian dengan memandang manusia/gereja/lembaga, pasti mengundang pamrih. Mereka memberi diri dengan memandang Allah.
Memberi kepada SESAMA : Hati yang penuh kemurahan itu harus diuji (8:8, bdk 8:22) dengan diperhadapkan pada penderitaan dunia. Hati mereka digerakan oleh Allah untuk salurkan kepada jemaat Yerusalem.
Memberi adalah suatu KESEMPATAN : tidak selamanya orang perlu dibantu, gereja butuh sumbangan. Kalau mereka sudah datang meminta, ini berarti kesempatan untuk member.
Memberi dari YANG ADA : berilah dari yang ada. Ada seribu, berarti anda punya kesempatan berbagi dari yang seribu itu.

Kita ada di dunia ini bisa menghasilkan sejuta kehidupan, bisa juga menghancurkan sejuta kehidupan

Sikap saat dalam kebutuhan :
Tidak mau ditolong = SOMBONG. Kita ada untuk berbagi dengan sesama. Jika ada kebutuhan, ungkapkan pada sesame / rekan komsel.
Pemberian = tongkat penopang, bukan KAKI. Berdoalah agar hidup anda dipulihkan, dan anda bisa berdiri sendiri kembali bahkan akhirnya jadi saluran berkat.

Orang mati dengan tangan yang terbuka. Aleksander Agung menyadarinya menjelang ia mati. Bagaimana dengan anda ?

Oleh : GI. David Purnomo

Posted by GKBJ Taman Kencana On 11:44 AM No comments

0 comments:

Poskan Komentar

Tuliskan komentar anda disini.

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

Blog Archive

    Follow by Email

    Follower

    Total Pageview

    New Artikel