6 Jun 2010

Ayat Bacaan:(Yesaya 30:1-17)
Persoalan tidak akan pernah berhenti menimpa hidup kita selama kita masih bernafas. Sebenarnya Tuhan sudah memberikan kita perlengkapan agar kita bisa menang atas segala persoalan hidup kita, yaitu Firman-Nya. Firman Tuhan itu relevan dengan persoalan hidup kita, baik buat persoalan keluarga, anak, pasangan hidup, masa depan, pekerjaan, ekonomi, kepemimpinan, politik, jiwa/ emosi seperti: depresi, hopeless, dll. Firman Tuhan itu teruji oleh waktu dan sangat terbukti. Meskipun demikian, mengapa kita masih sering gagal dan kalah dalam menghadapi persoalan hidup?

1.) Tidak berusaha temukan Prinsip Firman Tuhan (ay 1-2)
Orang Yehuda menghadapi masa yang sangat genting, ketika bangsa Asyur akan menyerang mereka. Yang segera terlintas dalam benak mereka adalah meminta pertolongan/ perlindungan Mesir. Mereka tidak berusaha mencari tahu terlebih dahulu apa rencana Tuhan, mereka juga tidak menanti dorongan Roh Tuhan dan juga tidak meminta keputusan Tuhan. Mereka ikut-ikutan saudara mereka, Israel yang meminta pertolongan kepada Mesir. Akibatnya, mereka bukan saja menemukan akan kegagalan tetapi juga akan dipermalukan (ay 3-5)

Seringkali kita dalam menghadapi persoalan hidup, kita juga bertindak demikian. Kita terbiasa bertindak menurut pikiran kita sendiri, mengikuti dorongan kemauan kita sendiri, atau prinsip dunia dan mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Ketika ternyata mengalami kegagalan atau jalan buntu, kita protes sama Tuhan.

Setiap kali menghadapi masalah, biasakan diri mencari Tuhan dan kehendak-Nya, bayangkan seandainya yang Yesus pikirkan dan lakukan jika Dia menghadapi persoalan ini. Memang persoalan tiap orang tidak sama, tetapi temukan prinsipnya. Kalaupun kita mengalami kegagalan atau jalan buntu, pasti itu dalam kehendak-Nya, dan kita pasti aman.

2.) Tidak praktekkan Firman Tuhan dengan setia (ay 9-12)
Mereka sudah diperingatkan dari semula, bahwa tidak ada gunanya mereka meminta pertolongan kepada Mesir. Mereka juga tidak mau belajar dari saudaranya yaitu bangsa Israel, yang akhirnya dikalahkan oleh Asyur walaupun mereka sudah minta pertolongan kepada Mesir. Mereka mendengar dan tahu Firman Tuhan, namun mereka berontak, tidak mentaatinya, tidak mempraktekkannya. Mereka lebih senang mendengar yang manis-manis, hal-hal yang semu (sifatnya permukaan), tidak mau dikoreksi, tidak mau melihat yang benar, tidak mau susah, tidak mau ambil resiko. Akibatnya, mereka akan mengalami kehancuran (ay 12-14)

Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita, orang yang hanya mendengar Firman Tuhan dan tidak melakukannya, ia seperti orang yang mendirikan rumah di atas pasir. Waktu badai kesusahan, penderitaan dan pencobaan datang, ia tidak akan dapat bertahan. Sebaliknya, orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan, dia akan tahan uji dan menang menghadapi semuanya itu. Jangan ragu untuk praktekkan Firman Tuhan dengan setia/ konsisten, meskipun susah dan ada resikonya

3.) Tidak sabar menantikan kemenangan yang dari Tuhan (ay 15-16)
Tuhan meminta bangsa Yehuda tinggal diam, tinggal tenang dan percaya sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan, tapi mereka tidak sabar, mereka ingin cepat. Akibatnya, mereka akan kalah dan ditinggalkan sendirian (ay 17). Setelah kita mempraktekkan Firman Tuhan, seringkali kita tidak sabar, kita mau langsung melihat hasilnya. Kadangkala, melalui proses waktu Tuhan mau memproses karakter kita. Kita juga harus sadari bahwa akibat kesalahan dan ketidaktaatan kita sendiri di masa lalu, kita telah banyak membuat kerusakan-kerusakan yang membutuhkan waktu untuk memperbaikinya. Kita harus percaya bahwa Tuhan punya waktu yang terbaik untuk memulihkan segala sesuatu.
Posted by GKBJ Taman Kencana On 3:04 PM No comments

0 comments:

Poskan Komentar

Tuliskan komentar anda disini.

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

Blog Archive

    Follow by Email

    Follower

    Total Pageview

    New Artikel